Trip to Kuala Lumpur



            Kuala lumpur menjadi salah satu kota impian yang aku impikan sejak lama. Sejak melihat MRT pertama kali sejak saat itu aku mulai berniat aku harus mengunjungi kota ini suatu hari nanti. Akhirnya kesempatan itu datang hehe. Memang ya sesuatu yang kita ingini dengan sepenuh hati pasti bakal kesampaian dalam waktu yang tidak pernah kita duga. Perjalanan ku dimulai dari kota Melaka. Pagi itu setelah vaksin, aku dan temanku bergegas ke Melaka Sentral. Dari Melaka Sentral kami menuju ke Kuala Lumpur menggunakan bus. Kami membeli tiket bus Mayang Sari Ekspress kalau tidak salah seharga RM 10. Maklum kalau salah ya, kejadiannya udah lama banget. Salah aku sih baru nulis sekarang hehe. Perjalanan ditempuh sekitar 2- 3 jam menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS). TBS adalah pusat terminal di Kuala Lumpur, jadi semua jurusan dan segala jenis armada transportasi terutama bus dan kereta api ada disini. Setelah sampai di TBS, aku pun berpisah dengan temanku. Beliau menuju ke KLIA berhubung penerbangannya tinggal beberapa jam lagi. Selanjutnya aku mengambil train untuk menuju ke KL Sentral. Untuk membeli tiket bus, kita cukup mengantri di loket. Kemudian sebutkan tujuan yang kita inginkan. Petugas loket akan menampilkan seluruh armada yang melayani rute yang kita inginkan lengkap dengan jam keberangkatan dan harganya. Jadi satu terminal untuk semua rute. Keren yah.. Kita lebih dipermudah dengan berbagai pilihan. Kita juga bisa memilih tempat duduk yang kita inginkan (untuk bus ya), kalau kereta api mah ga bisa milih hehe.
            Oh ya untuk bus dan train loketnya berbeda. Berhubung aku ambil train jadi aku menuju section yang berbeda dan hanya berjarak beberapa meter saja. Untuk membeli tiket train kita tinggal menyebutkan rute yang kita inginkan. Kemudian petugas akan memberikan tiket. AKu lupa berapa harganya. Kemudian menuju ke trainnya. Perjalanan ke KL sentral sekitar 30-60 menit. Setelah sampai ke KL Sentral, aku harus naik MRT lagi ke Bukit Bintang mengingat aku memilih hotel disana. Kenapa Bukit Bintang? Karena menurut orang-orang hehe, Bukit Bintang adalah pusat kota untuk turis. Turis akan lebih mudah menemukan makanan, tempat tinggal, tempat wisata yang terkenal di Malaysia. Nah untuk menggunakan MRT kita harus membeli tiketnya. Kita bisa menggunakan vending machine. Cukup mudah kok membeli tiketnya dan tiketnya juga berupa koin plastik sebagai tiket masuk kita. Kalau di Indonesia kan kita pakai kartu nah kalau mereka pake koin plastik itu. Selanjutnya sama, kita cukup scan koin untuk masuk. Kalau untuk keluar koinnya cukup dimasukin ke tempat kita scan koin saat kita masuk. Selanjutnya setelah aku sampai di Bukit Bintang. Aku pun mencari hotel. Aku memesan sebuah hotel budget namanya 33 stars hotel. Review hotelnya bakal dibahas di post berikutnya.  Setelah sampai hotel, aku pun langsung mandi untuk bersiap berpetualang.
Foto Mira Aryuni.
Melaka Sentral
Suasana di TBS
Foto Mira Aryuni.
KL Sentral
Foto Mira Aryuni.
Pusat Informasi Turis

1.     Dancing Fountain
Malam pertama di Kuala Lumpur aku habiskan dengan melihat dancing fountain. Dari hotel tempatku menginap cukup berjalan kaki menuju ke lokasi dancing fountain. Perjalananya cukup menguras tenaga sih karena lumayan jauh, tapi cukup nyaman karena jalannya berupa jembatan yang terintegrated. Disana juga terdapai Suria KLCC dan spot foto dengan background Twin Tower. Semua orang berkumpul untuk menyasikan dancing fountain. Biasanya dancing fountain akan dimainkan sekitar jam 8 malam. Fountain akan menari dan berganti warna seirama dengan musik yang dimainkan. Kerennya musik yang dimainkan adalah instrumental musik melayu. Salah satu lagu yang aku ingat adalah lagu “bujang lapuk” yang dibawakan oleh P.Ramlee. Semakin lama fountainnya juga semakin tinggi dan akan memercikkan air bagi orang yang berada di sekeliling fountain. Jadi kalau ga mau basah jangan dekat-dekat ya hehe.
Foto Mira Aryuni.
Dancing fountain
Twin Tower
2.     Suria KLCC
Suria KLCC merupakan salah satu mall terbesar yang ada di Kuala Lumpur. Disini kita bisa menemukan berbagai macam keperluan dan barang- barang branded. Untuk mengitari mall ini cukup lelah juga kareana sangking besarnya hehe. Kemaren sempat makan di Nando’s. Ayam nya enak banget apalagi kalau ditemani yang special bikin lebih maknyus wkwk.
Foto Mira Aryuni.
Suria KLCC


Salah satu menu di Nando's
3.     Genting Highland
Destinasi satu ini cukup populer bagi para turis. Keesokan paginya aku menuju ke Genting Highland. Dari bukit bintang aku menuju Ke KL sentral. Untuk menuju ke genting, ada bus khusus yang melayani rute ke genting, hanya keberangkatannya pada jam tertentu. Saat itu aku tiba di KL sentral sekitar jam 11. Aku dapat keberangkatan bus sekitar jam 3. Jadi waktu yang tersisa aku gunakan untuk makan terlebih dahulu. Kali ini aku makan di Burger King. Walaupun udah pesen yang small size tetap aja ga kehabis wkwk. Untuk harga tiket aku benar- benar lupa berapa karena udah beberapa bulan yang lalu. Nah akhirnya pukul menunjukkan jam 3 dan aku pun siap-siap menaiki bus. Perjalanan ditempuh sekitar 1-2 atau mungkin 3 jam (maafkan info yang kurang akurat hihi). Sepanjang perjalanan aku habiskan dengan banyak tidur kwkw jadi perjalanan ga kerasa. Saat tiba di Genting aku cukup impressed. Genting sekarang lebih modern karena sudah ada mall disana cuman tidak terlalu dingin seperti sebelumnya ( kata temenku sih). Disana aku mencoba menaiki cable car. Nah kalau ini aku ingat harga tiketnya hehe. One way RM 8 per orang. Jadi untuk turun dan naik aku membutuhkan RM 16 RM. Disana aku mengelilingi mall yang ada di Genting. Sumpah disana keren banget. Everything is modern and awesome. Disana ada juga tempat kaya main poker gitu. Untuk masuk kesana kita harus menunjukkan ID kita. Kalau turis berarti kita menunjukkan paspor kita. Nah waktu aku masuk, disana padat banget dan semua orang yang main poker tersebut bertaruh dengan nominal yang tidak sedikit.  Setelah berkeliling, perutpun terasa lapar. Aku pun memilih untuk makan di salah satu tempat makan di mall tersebut. Cuman aku sudah lupa namanya.
Setelah penat berkeliling, akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Saat pulang, suasana didalam cable car terasa sangat dingin. Langit diselimuti kabut dan seketika pemandangan menjadi lebih indah.
Cable car


Sebenarnya masih banyak tempat wisata menarik di Kuala Lumpur. Tapi karena keterbatasan waktu, aku hanya mengunjungi beberapa tempat saja. Mudah-mudahan suatu saat bisa kesana lagi untuk mengunjugi list yang masih tersisa. Anyway, aku sebenarnya banyak ambil foto, berhubung hpnya rusak jadi hanya beberapa yang tersisa huhu.

Comments

Popular Posts